Pacitan, 16 Mei 2023 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IMASIND) mengadakan seminar nasional daring pada Selasa, 16 Mei 2023. Seminar ini mengangkat tema “Revitalisasi Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya di Era Berkelimpahan (Abundance)”.
Kegiatan dibuka oleh Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr. Mukodi, M.S.I., yang juga menyambut baik pelaksanaan seminar ini. Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Patria Imron Al Ma’ruf, M.Hum. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Dr. Sri Pamungkas, M.Hum. dari STKIP PGRI Pacitan.
Dr. Mukodi berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi STKIP PGRI Pacitan, Prodi PBSI, serta para peserta. Riza Dwi Tyas Widoyoko, M.Pd. menekankan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei adalah kesempatan untuk merevitalisasi kegiatan dan budaya akademik yang dapat memberikan dampak positif pada dunia pendidikan, seperti seminar pendidikan.
Dr. Sri Pamungkas, M.Hum. dalam paparan menyatakan pentingnya kesiapan dalam menghadapi perubahan yang pesat pada era berkelimpahan informasi. Beberapa hal yang perlu diterapkan dalam pola pikir (mindset) untuk menyikapi era tersebut antara lain meningkatkan kompetensi dan keterampilan diri, tidak terpaku pada satu keterampilan saja, serta membangun kerja sama dan kolaborasi sambil selalu bersyukur.
Sementara itu, Prof. Dr. Patria Imron Al Ma’ruf, M.Hum. menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital di era berkelimpahan informasi, khususnya dalam pembelajaran sastra, agar pemahaman karya sastra tidak salah kaprah. Selain itu, ia juga mengemukakan bahwa ekranisasi sastra Indonesia menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan minat siswa dan mahasiswa terhadap sastra. Ekranisasi adalah proses adaptasi karya sastra ke dalam bentuk film sebagai media pembelajaran yang berdampak positif bagi kesejahteraan siswa (student well-being).
Seminar yang dipandu oleh Bakti Sutopo, M.A. ini menarik antusiasme peserta yang aktif bertanya dan bertahan hingga akhir acara. Peserta seminar tidak hanya berasal dari STKIP PGRI Pacitan, tetapi juga berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, Universitas Negeri Yogyakarta, IAIN Takengon, Universitas Achmad Yani Banjarmasin, Universitas Pamulang, dan Universitas Sebelas Maret.




