Suarakan Pendapatmu! Kompetisi Debat Mahasiswa Digelar di STKIP PGRI Pacitan

Suarakan Pendapatmu! Kompetisi Debat Mahasiswa Digelar di STKIP PGRI Pacitan

Pacitan, 14 Mei 2024 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pacitan sukses menyelenggarakan Kompetisi Debat Mahasiswa tingkat kampus. Acara ini berlangsung meriah di Zoom Meeting dan aula kampus, diikuti oleh berbagai mahasiswa dari berbagai program studi.

Agenda yang berlangsung selama sepekan ini merupakan tahapan seleksi dari kampus untuk mengirimkan perwakilan mahasiswa di Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat wilayah. Lebih lanjut, kompetisi ini diikuti oleh 7 tim perwakilan program studi yang akan memperebutkan piala bergilir.

“Pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Bapak Mulyadi, M.Pd. yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyelenggarakan kembali kompetensi bergengsi ini” kata Riza Dwi Tyas Widoyoko, M.Pd. selaku Ketua Prodi PBSI.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan antusias peserta yang mengikuti lomba debat menandakan iklim berpikir kritis mahasiswa STKIP PGRI Pacitan masih hidup dan selaras dengan tujuan diselenggarakannya kompetisi debat yakni untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan berargumentasi para mahasiswa.

“Kami berharap dari kompetisi ini akan lahir mahasiswa-mahasiswa yang kompeten dalam kegiatan debat sekaligus dapat mewakili kampus untuk berkompetisi pada jenjang yang lebih tinggi,” tandasnya.

Tema debat tahun ini adalah “Berani Bicara Wujudkan Generasi yang Berdaya” mencakup berbagai isu terkini, mulai dari pendidikan, politik, hingga sosial budaya. Para peserta debat menunjukkan antusiasme yang tinggi dan kemampuan argumentasi yang luar biasa, sehingga membuat dewan juri terkesan. Dewan juri yang merupakan dosen memberikan penilaian berdasarkan kualitas argumen, kejelasan penyampaian, dan strategi debat yang digunakan oleh masing-masing tim.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang, di mana tim dari Program Studi Pendidikan Matematika berhasil meraih juara pertama, dan disusul oleh tim dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di posisi kedua.

Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi di kampus, serta terus mengasah kemampuan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dengan terselenggaranya acara ini, mahasiswa STKIP PGRI Pacitan kembali membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan kegiatan yang positif dan bermanfaat, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kampus mereka.

Manfaatkan Momentum Ramadhan, HMP IMASIND Menyelenggarakan Acara “Semarak Ramadhan”

Manfaatkan Momentum Ramadhan, HMP IMASIND Menyelenggarakan Acara “Semarak Ramadhan”

Teleng Sidoharjo, 1 April 2024 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Pacitan (HMP Imasind) menggelar acara “Semarak Ramadan: Tebar Kemanfaatan” dengan penuh semangat di Masjid Al Hidayah, Teleng Sidoharjo, pada Senin, 01 April 2024. Acara yang dihadiri oleh anggota HMP Imasind ini mengusung tema “Semangat Ramadan: Tebar Kemanfaatan” dengan rangkaian kegiatan yang beragam.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 15.30 WIB dengan pembagian anggota menjadi dua tim. Tim pertama berkunjung ke Tempat Pendidikan Al-Quran (TPA) yang berada di Masjid Al Hidayah. Di sana, para anggota HMP Imasind turut serta dalam lomba mewarnai dan lomba hafalan surah pendek, memberikan semangat kepada anak-anak untuk belajar Al-Quran sambil mengekspresikan kreativitas mereka.

Sementara itu, tim kedua berkunjung ke Panti Jompo yang berlokasi di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha, Pacitan, juga dimulai pada pukul 15.30 WIB. Para anggota HMP Imasind terlibat dalam sesi pengenalan tentang kehidupan di panti jompo dan berbincang hangat dengan para lansia yang tinggal di sana. Momen ini menjadi sarana untuk memberikan kebahagiaan dan kehangatan kepada para lansia.

Acara kemudian ditutup dengan buka bersama dan shalat tarawih di Mushola STKIP PGRI Pacitan, dimulai dari jam 17.30 WIB hingga selesai. Suasana kebersamaan dan keakraban terasa sangat kental, memperkuat rasa persaudaraan di antara semua anggota HMP Imasind.

Ketua Pelaksana acara, Widiyaningsih, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif dari seluruh anggota HMP Imasind dalam menjalani rangkaian kegiatan ini. “Semarak Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tapi juga tentang berbagi kebaikan kepada sesama. Semoga semangat kebaikan ini terus menginspirasi kita untuk terus berbuat kebaikan,” ujarnya.

Acara ini berhasil menciptakan suasana kehangatan dan kebersamaan di tengah-tengah anggota HMP Imasind, serta memperkuat nilai-nilai solidaritas dan empati di bulan suci Ramadan. Semoga semangat kebaikan ini terus terjaga dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berbuat kebaikan kepada sesama.

Menarik, Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Punya Banyak Peluang Selain Jadi Guru

Menarik, Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Punya Banyak Peluang Selain Jadi Guru

Mahasiswa yang memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) tidak hanya terbatas berkarir menjadi seorang guru atau pendidik. Namun, masih banyak profesi yang bisa ditekuni. Seperti halnya mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) ini, selain menjadi guru Bahasa Indonesia juga bisa menjadi seorang penyiar radio.

Dengan adanya program magang merdeka yang diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pacitan, dapat meningkatkan kualitas lulusan utamanya bagi mahasiswa yang berkesempatan mengikuti program magang sesuai dengan jurusannya.

“Alhamdulillah, saya sangat senang sekaligus bangga. Karena dengan adanya program magang sesuai jurusan ini menjadikan mahasiswa mengenal dunia kerja dan belajar membuka diri,” ucap Siti Ramadhani, mahasiswa magang di Radio Suara Pacitan.

Selain itu, ia merasa beruntung bisa belajar mengembangkan diri di bidang penyiaran untuk memperkaya kompetensi diri meskipun dalam waktu yang singkat.

Lebih lanjut, Siti menyampaikan mahasiswa magang disambut dengan baik oleh pihak Radio Suara Pacitan, sekaligus lingkungan tempatnya magang sangat mendukung sehingga menjadikannya betah dan nyaman.

“Saya sangat tertarik dengan tempat magang ini, dan kalau berbicara tentang passion mungkin lebih pada praktik siarannya sedangkan untuk pengoperasian alat siaran belum begitu menguasai,” tandasnya.

Melalui program magang merdeka ini semoga bisa membuka wawasan bagi para mahasiswa lulusan Sarjana Pendidikan bahwa banyak sekali profesi dan peluang yang bisa diambil selain menjadi seorang guru.

“Harapan saya, semoga setelah program magang ini selesai dapat menumbuhkan motivasi kepada para mahasiswa tentang semangat kerja, artinya apa, bahwa lulusan prodi PBSI ataupun prodi yang lainnya tidak hanya bisa menjadi guru, namun juga menjadi penyiar radio, jurnalis, pustakawan, dsb,” pungkasnya.

Cerita Mahasiswa PBSI STKIP PGRI Pacitan Ikuti Magang Merdeka di Humas DPRD Pacitan

Cerita Mahasiswa PBSI STKIP PGRI Pacitan Ikuti Magang Merdeka di Humas DPRD Pacitan

Sebanyak enam mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pacitan mengikuti kegiatan magang di Humas DPRD Kabupaten Pacitan.

“Alhamdulillah dari pihak DPRD Kabupaten Pacitan sangat terbuka untuk kita semua,” ucap Lulut Widyastuti selaku ketua kelompok.

Mahasiswa prodi PBSI ini mengaku sangat bersyukur dengan adanya program magang merdeka yang diluncurkan oleh kampus sehingga dapat memberikan pengalaman praktis yang memiliki korelasi dengan jurusannya.

“Perasaan saya sangat senang karena dapat mengenal lingkungan baru khususnya di dunia legislatif,” tandasnya.

Lebih lanjut, tugas yang diberikan dari pihak Humas DPRD kepada mahasiswa magang terkait pembuatan naskah berita yang berkaitan dengan agenda DPRD yang kemudian dicetak menjadi majalah dewan.

“Sehingga kami mengetahui tata cara pembuatan berita pada majalah dewan dan tentang manajemen waktu,” ungkapnya.

Lulut berharap, melalui magang ini bisa memberikan pandangan yang lebih luas terhadap lapangan kerja yang bisa dipilih oleh mahasiswa program studi PBSI STKIP PGRI Pacitan.

Semetara itu, Binti Rohmatul Hidayah selaku mahasiswa yang magang di DPRD merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya dan bahagia bisa mendapatkan relasi baru.

“Dunia kerjanya sangat mendukung, tidak terlalu menekan, pokoknya sejauh ini santai,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia mengatakan tempat magangnya saat ini sudah sesuai dengan apa yang diinginkan dan sesuai dengan program studi yang diampu karena kerjanya selain membuat majalah juga membuat konten dan narasi.

“Meskipun harus beradaptasi dengan sistem kerja di sini, tapi keseluruhannya sangat baik,” pungkasnya.

Meneruskan Kaderisasi, HMP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Pacitan Lakukan PPBI

Meneruskan Kaderisasi, HMP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Pacitan Lakukan PPBI

 

Pacitan – IMASIND (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia) menggelar acara Pemantapan Pengurus Baru IMASIND (PPBI) dengan tema “Membentuk Regenerasi Kepengurusan yang Responsif, Inovatif, dan Produktif” pada Sabtu, 24 Februari 2024, hingga Minggu, 25 Februari 2024. Acara ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan pengurus baru IMASIND untuk menghadapi tantangan masa depan dan membawa perubahan positif dalam organisasi.

Hari Pertama PPBI, yang berlangsung pada Sabtu, 24 Februari 2024, didedikasikan untuk memberikan pembekalan pengetahuan kepada pengurus baru IMASIND. Mereka diberikan wawasan mendalam tentang tugas dan tanggung jawab mereka, strategi kepemimpinan yang efektif, serta pentingnya menjadi bagian dari regenerasi yang responsif, inovatif, dan produktif. Acara ini diakhiri dengan kegiatan tukar kado, yang tidak hanya mempererat ikatan antaranggota, tetapi juga mewujudkan semangat kebersamaan dan keceriaan.

Hari Kedua PPBI, pada Minggu, 25 Februari 2024, dimulai dengan senam bersama sebagai upaya untuk menyegarkan tubuh dan pikiran para peserta. Selanjutnya, diadakan outbond dan kegiatan hiburan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota serta meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan.
Beberapa lomba yang diselenggarakan pada hari kedua antara lain: Outbond Estafet karet dan Outbond mempertahankan bola.

Pemantapan Pengurus Baru IMASIND (PPBI) 2024 merupakan momentum penting bagi IMASIND dalam membentuk regenerasi kepemimpinan yang responsif, inovatif, dan produktif. Melalui acara ini, penguru yakin kader baru akan terlatih dengan baik dan siap mengemban tugas mereka dengan penuh dedikasi.

Tambah Pengetahuan, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berkunjung ke Radio Suara Pacitan

Tambah Pengetahuan, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berkunjung ke Radio Suara Pacitan

 

Pacitan – Pada tanggal 22 Februari 2024, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) berkesempatan untuk mengunjungi Radio Suara Pacitan bertajuk “Imasind Berkunjung” yang merupakan salah satu program kerja dari Divisi Pengembangan SDM.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan pengurus HMP PBSI tentang dunia penyiaran radio. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari petugas stasiun radio dan perkenalan dari pengurus HMP PBSI. Dilanjutkan dengan tour ruangan, di mana pengurus HMP PBSI diajak untuk mengenal fungsi dan alat-alat di setiap ruangan. Pengurus juga berkesempatan untuk mencoba langsung alat alat tersebut. Sehingga dapat mengetahui secara langsung fungsi alat-alat yang ada, Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan ucapan terima kasih dari kedua belah pihak.

Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi pengurus HMP PBSI sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang dunia penyiaran radio, memberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana proses penyiaran radio dilakukan, serta mengenal lebih tentang Stasiun Radio Pacitan dimana semua suara dihubungkan dan informasi dari suara disalurkan melalui siaran radio.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama.

Berbakat, Mahasiswa PBSI Hibahkan Buku Antologi Ke Perpustakaan STKIP PGRI Pacitan

Berbakat, Mahasiswa PBSI Hibahkan Buku Antologi Ke Perpustakaan STKIP PGRI Pacitan

Siti Ramadhani, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) belum lama ini menghibahkan buku antologi yang berisi salah satu karyanya berjudul Perihal Luka kepada perpustakaan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pacitan, Rabu (13/12/2023).

Buku antologi tersebut berisikan kumpulan cerita tentang luka, bagaimana cara untuk bangkit dari kesedihan, menganggap luka adalah hal yang lumrah dan luka bukanlah suatu hal yang buruk.

Siti menjelaskan, bahwa ia mulai tertarik dengan dunia kepenulisan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan ketika menempuh pendidikan Strata 1 (S1) dirinya menuangkan ide tersebut melalui kegiatan undangan menulis buku gratis bernama Mahirnulis salah satu akun instagram sekaligus penerbit yang giat membagikan info terkait dunia kepenulisan.

“Saat SD saya rutin menulis buku harian, menulis puisi anak, di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) saya mulai menulis quote, dan juga cerpen. Pada jenjang kuliah ini sebenarnya sudah ada beberapa bahan tulisan tapi belum saya bukukan,” tambahnya.

Buku antologi yang ditulis pada bulan September 2023 tersebut didedikasikan kepada kampus tercinta. Dari mahasiswa, untuk mahasiswa, dan seluruh masyarakat kampus STKIP PGRI Pacitan.

Melalui karya tersebut, dirinya menyampaikan untuk memperjuangkan apa yang pantas diperjuangkan dan meninggalkan yang seharusnya ditinggalkan. Ia berpesan kepada para mahasiswa supaya tidak takut untuk berkarya, produktif dalam hal yang positif dan selagi masih muda harus menggunakan kesempatan yang ada.

“Target kedepannya, semoga saya bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi, dan bisa konsisten dalam menulis, karena konsisten bukanlah hal yang mudah,” pungkasnya.

Bangkitkan Literasi Pemuda, Imasind Adakan Workshop Kepenulisan

Bangkitkan Literasi Pemuda, Imasind Adakan Workshop Kepenulisan

Pada tanggal 29 Oktober 2023, sebuah kegiatan workshop yang menginspirasi dan berbeda dari biasanya diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IMASIND). Acara Workshop Menulis Kreatif ini bertema: “Membangkitkan Literasi Pemuda melalui Sastra dan Budaya”. Acara ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya literasi di kalangan pemuda, tetapi juga menghadirkan kesenian tradisional yang memukau sebagai bagian dari pengalaman budaya.

Dengan penuh semangat, peserta dari berbagai latar belakang berkumpul di ruang pertemuan IMASIND pada hari yang dinanti-nantikan. Mereka siap untuk merasakan pengalaman yang tak terlupakan dalam dunia sastra, budaya, dan literasi.

Pemateri yang diundang untuk memberikan pencerahan adalah Dr. Sutedjo, M.Hum., seorang pakar sastra dan budaya yang diakui secara luas. Dr. Sutedjo membawa peserta dalam perjalanan melalui lanskap sastra dan budaya Indonesia, memperlihatkan bagaimana kedua unsur tersebut memiliki peran penting dalam membangkitkan literasi di kalangan pemuda.

Namun, yang membuat acara ini begitu istimewa adalah sentuhan kesenian tradisional yang disuguhkan. Di tengah-tengah sesi workshop, peserta disuguhi dengan pertunjukan tarian tradisional yang memesona. Melalui gerakan yang anggun dan irama yang memikat, tarian tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan peserta akan kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Sementara peserta terpukau oleh keindahan tarian, Dr. Sutedjo terus memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana sastra dan budaya dapat menjadi alat untuk meningkatkan literasi, mendorong pemuda untuk lebih aktif dalam membaca dan menulis.

Sesi diskusi berlangsung dengan semangat, di mana peserta tidak hanya bertukar pendapat tentang sastra dan budaya, tetapi juga membagikan pengalaman pribadi mereka dalam mengeksplorasi kreativitas melalui tulisan. Diskusi ini menjadi momentum untuk mempererat ikatan antar-peserta dan membangun komunitas yang berkomitmen untuk memajukan literasi di Indonesia.

Ketika workshop berakhir, peserta pulang dengan hati yang penuh inspirasi dan kantong pengetahuan yang lebih dalam tentang literasi, sastra, dan budaya. Mereka membawa pulang bukan hanya pengalaman yang tak terlupakan, tetapi juga semangat baru untuk terus mengembangkan kreativitas mereka dan menjadi agen perubahan dalam memajukan literasi pemuda di Indonesia.

Program Studi PBSI STKIP Pacitan Gelar Pesta Literasi Untuk Merawat Kebhinekaan

Program Studi PBSI STKIP Pacitan Gelar Pesta Literasi Untuk Merawat Kebhinekaan

Dalam rangka upaya merawat kebhinekaan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pacitan bekerja sama dengan Socio Cultura Indonesia (SCI) menggelar Pesta Literasi Pemuda Pacitan. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta ini diselenggarakan di halaman kampus setempat, Senin (30/10/2023) malam.

Kegiatan Pesta Literasi ini dilaksanakan dengan menggandeng Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Imasind), Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pacitan.

Wakil Ketua III STKIP PGRI Pacitan, Mulyadi, M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini sebagai upaya dalam menyemarakkan literasi dengan harapan mampu meningkatkan angka literasi mahasiswa.

“Mudah-mudahan kita semua dalam pesta literasi ini dapat memberikan dampak baik khususnya bagi STKIP PGRI Pacitan dan umumnya bagi Kabupaten Pacitan,” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan pesan dari Ketua STKIP PGRI Pacitan yang pada saat itu berhalangan hadir, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di kampus yang sifatnya dapat mengundang pihak-pihak di luar kampus maupun mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Dr. Agoes Hendriyanto, M.Pd. menyampaikan orasinya terkait budaya Pacitan yang sangat luar biasa. Di mana kota yang mendapat julukan 1001 goa ini merupakan kota tua yang penuh misteri. Selain itu, budaya merupakan sebuah seni pertunjukan.

“Pacitan kaya akan budaya seperti wayang beber, badut sinampurno, tetaken, ceprotan dan masih banyak lagi yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB),” tandasnya.

Pihaknya berharap, Kabupaten Pacitan mampu menjembatani hal-hal seperti ini guna membangun Pacitan serta sebagai bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal yang tersebar di Kabupaten ini. Ia juga menyerukan untuk menjadikan literasi sebagai alat yang bisa menyatukan pemuda dalam usaha melestarikan dan mempromosikan kebhinekaan.

“Kalian para mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam merawat kekhasan budaya Pacitan,” pungkasnya.

 

Prodi PBSI STKIP PGRI Pacitan Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023

Pacitan, 16 Mei 2023 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IMASIND) mengadakan seminar nasional daring pada Selasa, 16 Mei 2023. Seminar ini mengangkat tema “Revitalisasi Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya di Era Berkelimpahan (Abundance)”.

Kegiatan dibuka oleh Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr. Mukodi, M.S.I., yang juga menyambut baik pelaksanaan seminar ini. Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Patria Imron Al Ma’ruf, M.Hum. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Dr. Sri Pamungkas, M.Hum. dari STKIP PGRI Pacitan.

Dr. Mukodi berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi STKIP PGRI Pacitan, Prodi PBSI, serta para peserta. Riza Dwi Tyas Widoyoko, M.Pd. menekankan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei adalah kesempatan untuk merevitalisasi kegiatan dan budaya akademik yang dapat memberikan dampak positif pada dunia pendidikan, seperti seminar pendidikan.

Dr. Sri Pamungkas, M.Hum. dalam paparan menyatakan pentingnya kesiapan dalam menghadapi perubahan yang pesat pada era berkelimpahan informasi. Beberapa hal yang perlu diterapkan dalam pola pikir (mindset) untuk menyikapi era tersebut antara lain meningkatkan kompetensi dan keterampilan diri, tidak terpaku pada satu keterampilan saja, serta membangun kerja sama dan kolaborasi sambil selalu bersyukur.

Sementara itu, Prof. Dr. Patria Imron Al Ma’ruf, M.Hum. menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital di era berkelimpahan informasi, khususnya dalam pembelajaran sastra, agar pemahaman karya sastra tidak salah kaprah. Selain itu, ia juga mengemukakan bahwa ekranisasi sastra Indonesia menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan minat siswa dan mahasiswa terhadap sastra. Ekranisasi adalah proses adaptasi karya sastra ke dalam bentuk film sebagai media pembelajaran yang berdampak positif bagi kesejahteraan siswa (student well-being).

Seminar yang dipandu oleh Bakti Sutopo, M.A. ini menarik antusiasme peserta yang aktif bertanya dan bertahan hingga akhir acara. Peserta seminar tidak hanya berasal dari STKIP PGRI Pacitan, tetapi juga berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, Universitas Negeri Yogyakarta, IAIN Takengon, Universitas Achmad Yani Banjarmasin, Universitas Pamulang, dan Universitas Sebelas Maret.

HUBUNGI KAMI

UPT.PUSKOM & LAB STKIP PGRI PACITAN